Renungan, khotbah dan kisah hidup yang membangun

Esok Telah Tiada

Seorang Bapak yang kaya raya, merupakan pemimpin dari sebuah perusahaan besar sering sekali pulan gke rumah dengan hati yang gusar, isay selalu tidak terimah apabila kondisi rumah kurang nyaman, kurang bersih, anak anak ribut, apalagi urusan makanan istri yang kurang sedap sehingga perlakukan si Bapak terhadap anak dan istrinya sangat kasar.
terima kasih

Sepanjang hari hari yang dilalui si Bapak adalah memerintah dan minta dilayani, tiap bangun tidur haruslah tersedia hidangan yang enak, anak-anak tidak boleh ribut, dll

Untunglah istrinya seorang kristen yang taat, meskipun tidak kuat lagi namun Tuhan selalu memberi kesabaran kepadanya sampai suatu hari si bapak merasa ada sesuatu penyakit bersarang di tubuhnya, maka iya memutuskan untuk memanggil Dokter ke rumahnya, setelah diadakan pengecekan dokter emperkirakan si bapak terkena tumor.

Hatinya mulai gelisah, setiap hari pikirannya tidka tenang, untuk memastikan maslah penyakitnya maka iya memutuskan berobat ke Malaysia, ternyata hasilnya sama saja menurut dokter umur si bapak sudah tidak lama lagi karena penyakit ini sudah stadium 4 dan merupakan kanker ganas.

Hancurlah Hatinya, Pikirnya Hari Esok telah tiada bagiku (pemikiran positif baca matius 6:34)
Karena pikirnya tidak adalagi hari esok baginya, maka si Bapak mulai berubah iya merasah sisah hidupnya sudah diujung tanduk, apa salahnya sebelum iya mati melakukan hal terbaik bagi keluarganya toh hanya beberapa hari lagi iya akan mati.

Setiap pagi si bapak bangun menyiapkan sarapan, memandikan anak-anak, pekerjaan kantor menjadi no.2 yang terpernting baginya adalah keluarga

Karyawan di perusahaan melihat perubahan yang begitu besar dalam dirinya, banyak dari karyawannya yang mendoakannya sudapa sehat-sehat, istrinya un senantiasa berdoa.

Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan berlalu si Bapak merasa Badannya seperti ringan tanpa beban, pikirnya kok aku tidak merasa ada penyakit, maka diputuskannya untuk melakukan pengecekan lagi, hasilnya mengejutkan doa karyawan-karyawannya dan doa istrinya telah di dengarkan Tuhan

Maka sejak itu umurnya ditambahkan Tuhan

Nasehat: Kita tidak tahu sampai kapan kita hidup didunia ini, pastinya hidup kita karena karunia Tuhan, Jadikan Perkataan ayub sebagai pegangan Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku (ayub 1:21) artinya harta itu bukan prioritas, betapa menyedihkannya orang-orang kristen yang mengumpulkan harta didunia ini, paling menyedihkan lagi mereka yang berpikir mengikut Yesus akan makmur, kaya, diberkati dalam kelimpahan harta (Teologia Kemakmuran)

Renungkan kehidupan si Bapak yang melimpah harta, namun ketika iya menyadari hari esoknya telah tiada iya malah berbalik memikirkan keluarga, kesejahteraan orang lain seperti karyawannya, bahkan kita bisa belajar dari Zakheus waktu berjumpa dengan Yesus Harta menjadi tidak berarti, setengah dari miliknya diberikannya pada orang miskin

Jadi Hiduplah seakan-akan esok telah tiada, supaya kita lebih sungguh dhadapan Tuhan Yesus Kristus



0 komentar:

Posting Komentar

Esok Telah Tiada